Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

Rabu, 20 April 2011

PENDIDIKAN DAN ILMU PENDIDIKAN

PENGANTAR PENDIDIKAN



PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG
          Pendidikan sangat berperan dalam membentuk baik atau buruknya pribadi manusia menurut ukuran dan normatif. Tanpa pendidikan mustahil manusia dapat hidup berkembang sejalan dengan aspirasi untuk maju, sejahtera dan bahagia menurut konsep pandangan hidup mereka. Proses perkembangan dan pendidikan manusia tak hanya dipengaruhi oleh proses pendidikan yang ada dalam system pendidikan formal saja, akan tetapi juga tergantung pada lingkungan pendidikan yang berada diluar lingkungan formal. Oleh karena itu pendidikan sangatlah penting dalam kehidupan manusia. 


A.    PENGERTIAN PENDIDIKAN DAN ILMU PENDIDIKAN
Ø  Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta ketrampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.
Ø  Ilmu pendidikan adalah uraian secara sistematis dan ilmiah tentang bimbingan atau tuntunan pendidikan kepada anak-anak didik dalam perkembangannya agar ia tumbuh secara wajar berpribudi baik, sebagai anggota masyarakat yang hidup selaras dan seimbang dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
B.    Pengertian Ilmu Pendidikan Secara Sempit
Dalam arti sempit pendidikan memiliki karakteristik sebagai berikut :
1.      Tujuan pendidikan dalam arti sempit ditentukan oleh pihak luar individu peserta didik.
2.      Lamanya waktu pendidikan bagi setiap individu dalam masyarakat cukup bervariasi, ada yang 6 tahun, 9 tahun bahkan lebih tetapi terdapat titik terminal yang ditentukan dalam satuan waktu.
C.     PENGERTIAN ILMU PENDIDIKAN SECARA LUAS
Dalam arti luas pendidika memiliki karakteristik sebagai berikut :
1.      Tujuan pendidika sama degan tujuan hidup individu dan tidak ditentukan oleh orang lain.
2.      Pendidikan berlangsung kapanpun (berlangsung sepanjang hayat)
3.      PEndidikan  berlangsung bagi siapapun.
4.      Pendidikan berlangsung dimanapun.
D.    PENGERTIAN ILMU PENDIDIKAN SECARA ALTERNATIF
Ilmu pendidikan secara alternatif adalah sistem pendidikan yang tidak selalu identik dengan sekolah atau jalur pendidikan diluar pendidikan formal yang dapat dilaksanakan secara struktur dan berjejang. Pendidikan secara alternatif berfungsi mengembangkan potensi peserta didik dengan penekanan dengan penguasaan pengetahuan dan ketrampilan fungsional serta pengembangan sikap dan kepribadian fungsional.
PENDIDIKAN SEBAGAI SEBUAH SISTEM
A.    PENGERTIAN SISTEM
Menurut Zahara Idris (1867) sistem adalah satu kesatuan yang terdiri atas komponen- komponen atau unsur-unsur sebagai sumber yang mempunyai hubungan fugsional yang teratur, dansalig membantu untuk mencapai suatu hasil.
B.    TEORI SISTEM (KARAKTERISTIK DAN MODEL)
Menurut Banaty teori system adalah suatu ekspresiyang terorganisir dari rangkaian berbagai konsep dan  prinsip yang saling terkait yang berlaku untu semua system.
Ø  Terdapat dua kelompok pendekatan dalam mendefinisikan sebuah system yaitu   :
1.      Pendekatan prosedur.
2.    Pendekatan komponen atau elemen.
PENDEKATAN SISTEM DAN SISTEM PENDIDIKAN
Pendekatan system merupakan suatu metode ilmiah, dimana proses pencapaian hasil atau tujuan logis dari pemecahan masalah dilakukan dengan caraefektif dan efisien.
C.     ANALISI PENDIDIKAN SEBAGAI SISTEM
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui factor -faktor yang menyebabkan masalah rendahnya mutu pendidian dan mengidentifikasikan beberapa saran atau rekomendasi sebagai alternative kebijakan dalam memecahka masalah mutu pendidikan pada sekolah.
Faktor-faktor yang menyebabkan masalah rendahnya mutu pendidikan pada  SMP yaitu :
1.      Kualitas masukan mentah siswa yang rendah
2.      Kurangnya sarana pendidikan
3.      Kurangnya dana pendidikan
4.      Rendahnya tingkat ekonomi orang tua siswa.
5.      Proses belajar mengjar yang kurang efektif.

Peran teknologi pembelajaran dalam perubahan sitematik dan system pendidikan nasional mampu meningkatkan nilai tambah terutama dalam peningkatan mutu pendidikan dan pemerataan akses pendidikan. Hal ini dikarenakan peran dari teknologi yang mampu menujang atau melengkapi bahkan memperbaiki system konvensional yang ada.
PESERTA DIDIK SEBAGAI FAKTOR PENDIDIKAN
Pendidikan adalah sebuah proses yang tak berkesudahan yang sangat menentukan karakter bangsa masa kini dan masa mendatang. Karakter adalah tabiat, watak, sifat-sifat kejiwaan, akhlak, atau budi pekerti yang membedakan seseorang dari yang lain. Dibidang pendidikan, agama berubah wujud menjadi bagian dari pranata budaya dan pengetahuan.
1.        Definisi peserta didik
Peserta didik adalah anak yang sedang  berguru atau anak yang sedang memperoleh pendidikan dasar dari satu lembaga pendidikan.
2.      Faktor-faktor pendidikan (agama)
Faktor-faktor pendidikan itu ada lima (5)
1.      Anak didik
2.      Pendidik
3.      Tujuan pendidik
4.      Alat-alat pendidik
5.      Milliu / lingkungan
Jadi, factor-faktor pendidika agama adalah sesuatu yang ikut menentukan keberhasilan pendidikan agama yang memiliki beberapa bagian yang saling mendukung satu sama lain.
3.      Batas Awal dan Akhir Pendidikan
Dalam peribahasa dikatakan Long Live Education (Pendidikan sepanjang hidup) yaitu proses pendidikan itu berlangsung sepanjag hidup manusia, dan dalam konsep pendidikan islam, islam mengajarkan pendidikan terhadap anak yang baru lahir bahkan jauh sebelum ia lahir. Tetapi menurut Edwin R. Guthriz, yang mengatakan bahwa rentetan belajar dan menuntut ilmu itu adalah hasil dari stimulus respon sebelumnya, yang kemudian menjadi perangsang untuk kegiatan selanjutnya. Artinya dalam proses pendidikan disyaratkan adanya kesadaran siterdidik sehingga muncul respon terhadap stimulus yang diberikan pendidik.    
Berdasarkan pandangan ini maka pendidikan memiliki batas nyata yaitu dimulai ketika seorang anak dapat memberika respon terhadap pendidikan yang diberikan seorang pendidik. Dan kedewasaan si terdidik merupakan batas akhir dari suatu proses pendidikan. Artinya ketika seorang anak sudah dewasa dan mampu menjadi Tuan bagi dirinya sendiri, maka ia telah mencapai batas akhir pendidikan.

LINGKUNGAN DAN LEMBAGA PENDIDIKAN
A.    PENGERTIAN LINGKUNGAN PENDIDIKAN
Lingkungan adalah kesatuan ruang dengan segala benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya.
Lingkungan ada empat (4) yaitu :
1.      Ligkungan alam hayati
2.      Lingkungan alam non hayati
3.      Lingkungan buatan
4.      Lingkungan social
Sedangkan lingkungan pendidikan dapat diartikan sebagai berbagai factor lingkungan yang berpengaruh terhadap praktek pendidikan.
B.    BENTUK LINGKUNGAN PENDIDIKAN
Lingkungan pendidikan dapat dikategorikan menjadi 3 :
1.      Lngkungan pendidikan keluarga
2.      Lingkungan pendidikan sekolah
3.      Lingkungan pendidikan masyarakat
C.     BENTUK LEMBAGA PENDIDIKAN
Jalur pendidikan sekolah sebagaimana dikehendaki UUSPN No. 2 tahun 1989 adalah tidak berbeda yang dikehendaki pasal 14 uu SISDIKNAS No 20 tahun 2003 yakni jenjang pendidikan formal yang terdiri dari pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi.
Kemudian pada pasal 18 disebutkan pendidikan menengah merupakan lanjutan pendidikan dasar, yang terdiri atas pendidikan menengah umum dan pendidikan menengah kejuruan. Seperti SMA, MA, SMK.
Jenjang berikutnya adalah pendidikan tinggi me-rupakan jenjang pendidikan setelah pendidikan menengah yang mencakup program pendidikan diploma, sarjana, magister, spesialis dan doktor. Perguruan tinggi itu dapat berbentuk akademi, politeknik, sekolah tinggi, universitas.
Proses pencapaian tujuan pendidikan untuk meng-hasilkan manusia yang unggul, baik secara pribadi maupun penguasaan ilmu pengetahuan tidak hanya tergantung pada system pendidikan yang dijalankan oleh lingkungan pen-didikan formal akan tetapi juga dipengaruhi oleh lingkungan keluarga serta lingkungan masyarakat.
A.                PERANAN KELUARGA, MASYARAKAT DAN PEMERINTAH DALAM  PENDIDIKAN
     Kisruhnya pendidikan di republik ini berkaitan dengan lemahnya peran orang tua dan masyarakat . Pendidikan diserahkan hampir sepenuhnya kepada pemerintah. Maka tidak heran di republik ini menghasilkan manusia-manusia yang tidak sesuai dengan harapan.
       Pendidikan merupakan sarana yang baik untuk menambah atau mengembangkan pengetahuan manusia, dalam agama islam pendidikan mendapat posisi yang tinggi, karena dengan pendidikan itu manusia dapat memperbaiki hidupnya.
B.                     PERAN ORANG TUA DALAM PENDIDIKAN
       Adapun pendidikan yang harus diberikan oleh orang tua sebagai wujud tanggung jawab terhadap keluarga adalah :
1.      Pendidikan agama.
2.      Pendidikan Akhlak
3.      Pendidikan jasmani.
4.      Pendidikan social
C.                     PERAN MASYARAKAT DALAM PENDIDIKAN
       Tanggung jawab masyarakat terhadap pendidikan yang terpenting adalah bahwa masyarakat itu sendiri harus me-nyadari, siapapun orangnya kita harus mengajak untuk kebaikan dan mencegah kemunkaran. Jadi kewajiban kitalah sebagai pembimbing agar anak-anak terhindar dari berbagai penyelewengan dan kehinaan, juga melalui kasih saying yang harus diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat.
D.                    PERAN PEMERINTAH DALAM PENDIDIKAN
     Pemerintah memegang peran penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak Indonesia, utamanya mulai dari ketersediaan sarana dan prasarana. Pemerintah harus menyadari bahwasannya anak-anak merupakan investasi masa depan sebuah bangsa. Mereka yang kelak akan mengisi ruang-ruang proses berbangsa dan bernegara. Maka dari itu peran pemerintah harus ditingkatkan dalam rangka peningkatan pendidikan anak-anak Indonesia.

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates