Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

Rabu, 20 April 2011

Makalah David Hume

MAKALAH TENTANG DAVID HUME

BAB I
PENDAHULUAN
A.  Latar Belakang Masalah
Empirisme adalah suatu doktrin filsafat yang menekankan pada peranan pemahaman dalam memperoleh pengetahuan serta pengetahuan itu sendiri, dan mengecilkan peranan akal.
Banyak tokoh yang mengemukakan pemikiran tentang empirisme, diantaranya adalah David Hume. Dia adalah seorang filsuf yang terkenal diseluruh dunia dengan pendapatnya “ Bahwa Pengetahuan hanya bisa diperoleh melalui pengalaman”.
Di bawah ini adalah sedikit penjelasan tentang kehidupan dan pemikiran – pemikiran yang dikemukakan oleh David Hume.
B.   Rumusan Masalah
1.    Bagaimana Biografi David Hume ?
2.    Bagaimana isi pemikiran – pemikiran David Hume ?
3.    Apa saja karya-karya David Hume ?
C.   Tujuan
1.    Untuk mengetahui biografi David Hume.
2.    Untuk memahami pemikiran David Hume.
3.    Untuk mengetahui karya – karya David Hume.
D.  Manfaat
1.    Agar bisa memahami biografi David Hume.
2.    Agar bisa memahami pemikiran David Hume.
3.    Agar mengetahui karya-karya David Hume.

BAB II
PEMBAHASAN
A.   Biografi David Hume
Hume lahir di Edinburgh, Skotlandia pada tanggal 26 April 1711 dengan nama aslinya David Home. Namun pada tahun 1734 ia mengubah namanya karena di Inggris kesulitan mengucapkan “ Home” dengan cara skotlandia. Hume merupakan putra pasangan Yusuf chrinside dan Khaterine Falcorner. Tapi ayahnya meninggal pada saat usia Hume masih anak-anak, sehingga dia dibesarkan oleh ibunya. 
Dalam masalah pendidikan Hume mendapatkan pendidikan yang sangat baik. Dengan harta warisan yang ditinggalkan ayahnya. Hume mendaftarkan di Universitas
Edinburgh untuk belajar sastra klasik. Tetapi Hume tidak puas dengan pendidikan yang diterimanya, kemudian ia memutuskan untuk keluar dari Universitas dan dia memilih untuk pergi ke Perancis dan menjadi seorang filsuf besar.
Pada tahun 1734, setelah beberapa bulan sibuk dengan perdagangan di Bristol, ia pergi ke La fleche di Anjon, Perancis. Disana ia sering wacana dengan jesuit dari College Of La Fleche, saat itu ia telah menghabiskan sebagian besar tabungannya selama empat tahun disana untuk menulis karyanya yang berjudul A Treatise of Human Nature, beliau menyelesaikannya pada usia 26 tahun.
Setelah publikasi karyanya pada tahun 1744, Hume ditetapkan menjadi ketua Pneumatics dan Moral Filsafat dan moral di Universitas Edinburgh.Namun posisi itu diberikan kepada William Cleghorn, setelah menteri Edinburgh mengajukan petisi kepada dewan kota untuk tidak menunjuk Hume karena ia dituduh sebagai ateis. Hume juga dituduh bid’ah, tapi  ia dipertahankan oleh ulama muda teman-temannya yang berpendapat bahwa sebagai ateis, ia berada di luar gereja yuridiksi. Meskipun pembebasan itu Hume gagal untuk mendapatkan jabatan sebagai ketua filsafat di Universitas Glasgow.
       Hume mencapai ketenaran sastra besar sebagai seorang sejarawan dengan karyanya The History Of England, menelusuri peristiwa-peristiwa dari invasi Julius Caesar ke revolusi 1688, adalah best seller dalam sehari. Didalamnya, Hume menyerahkan orang politik sebagai makhluk  kebiasaan, dengan disposisi untuk menyerahkan diam-diam kepada pemerintah yang berkuasa kecuali dihadapkan oleh keadaan yang tidak menentu. Dalam pandangannya, hanya agama yang bisa membelokkan orang laindari kehidupan sehari-hari mereka untuk berfikirtentang hal-hal politik.
       Hume wafat diusianya yang ke 65 pada tahun 1776 di kota kelahirannya Edinburgh, Skotlandia. Dan sepanjang hidupnya, Hume tidak pernah menikah.
B.   Isi Pemikiran David Hume
Hume merupakan puncak aliran empirisme. baginya dan tokoh lain, pengalaman (empirea) lebih dari pada rasio sebagai sumber pengetahuan, baik pengalaman intern maupun ekstern.  Menurutnya, semua ilmu berhubungan dengan hakekat manusia. Ilmu inilah yang merupakan satu-satunya dasar kokoh bagi ilmu  lain.1
Seperti John Lock yang bermadzhab empirisme, ia memiliki perbedaan pendapat. Menurutnya, pemahaman manusia dipengaruhi sejumlah kepastian dasar tertentu mengenai dunia eksternal, mengenai masa depan, mengenai sebab dan bahwa kepastian-kepastian ini merupakan bagian naluri alamiah manusia, yang tidak dihasilkan ataupun bisa dicegah oleh akal budi atau proses pemikiran manusia, dengan naluru alamiah manusia, manusia bisa mencapai kepastian-kepastian yang memungkinkan pengetahuan manusia. 2 
Hume juga menyatakan bahwa semua pengetahuan dimulai dari pengalaman indra sebagai dasar. Kesan (impression) bagi Hume, sama dengan penginderaan (sensasional) pada Lock, adalah basis pengetahuan. Semua persepsi jiwa manusia terbentuk melalui dua alat yang berbeda, yaitu impression dan idea. Perbedaan keduanya terletak pada tingkat kekuatan dan garisnya menuju kekuatan besar dan kasar disebut impression (kesan) dan semua sensasi nafsu, emosi termasuk kategori ini begitu masuk kedalam jiwa. Sedangkan idea adalah gambaran kabur (faint mage) tentang persepsi yang masuk tadi ke dalam pikiran.3
Hume tidak menerima substansi, sebab yang dialami hanya kesan-kesan saja tentang beberapa ciri yang selalu ada  bersama-sama. Dari kesan muncul gagasan. Kesan adalah hasil pengideraan langsung, sedangkan gagasan adalah ingatan akan kesan-kesan seperti itu. Misal ada sebuah benda dengan ciri-ciri : putih, licin, ringan, tipis. Atas dasar ciri-ciri tersebut tidak dapat disimpulkan, bahwa ada substansi tetap yang misalnya disebut kertas, yang memiliki ciri-ciri tadi.
Bahwa didunia ada realitas kertas, diterima oleh Hume. Namun dari kertas itu mengapa muncul gagasan kertas, bukan yang lain? Bagi Hume, “aku” tidak lain hanyalah “ a budle collection of perceptions “ (= kesadaran tertentu )”.
Hume juga tidak mengakui bahwa adanya kausalitas atau hukum sebab akibat. Pada umumnya orang berpedapat, bahwa penyimpulan soal-soal yang nyata tampaknya didasarkan atas hubungan sebab akibat. Kita menuangka air pada bejana, kemudian di bawah bejana itu kita nyalakan api. Setelah beberapa waktu air itu mendidih. Apa yang diberitahukan oleh pengamatan kita? semula pengamatan mendapatkan kesan gejala pertama, yaitu air bejana. Setelah beberapa waktu pengamatan mendapat gejala yang kedua, yaitu air mendidih. Oleh karena kesan bejana yang kedua itu kita terima setelah ada api dibawah bejana padahal kesan itu terus menerus kita terima jikalau ada api ditempatkan dibawah bejana yang berisi air, timbullah asosiasi tertentu, yang menjadikan akal kita cenderung berpendapat seolah-olah api itulah yang menghubungkan air dingin dengan air mendidih. Hubungan ini kita anggap sebagai suatu hal yang pasti.6 Yang disebut kepastian hanya mengungkapkan harapan kita saja dan tidak boleh dimengerti lebih dari “probable” (berpeluang). Maka Hume menolak kausalitas, sebab harapan bahwa sesuatu mengikuti yang lain tidak melekat pada hal-hal itu sendiri, namun hanya dalam gagasan kita. Hukum alam adalah hukum alam. Jika kita bicara tentang “ hukum alam“ atau “ sebab – akibat”, sebenarnya kita membicarakan apa yang kita harapkan, yang merupakan gagasan kita saja, yang lebih didikte oleh kebiasaan atau perasaan kita saja.
David Hume juga menolak membagi persepsi menjadi dua, persepsi sederhana  (simple) yaitu persepsi yang tidak bisa dibagi seperti ketika melihat merah, bulat, dan persepsi ruwet ( kompleks ) seperti idea apel yang memerlukan idea yang susunan dan asosiasinya kompleks. Karenanya untuk mengetahui kebenaran sebuah pengetahuan maka harus diuraikan idea yang kompleks menjadi idea-idea sederhana, dan kemudian menemukan kesan yang merupakan  basis idea tersebut.4 Oleh karena itu metode Hume tidak bisa digunakan untuk persoalan metafisika seperti Tuhan karena tidak mempunyai basis pengalaman dan tidak bisa mempunyai basis berupa hubungan antara idea yang  dapat didemonstrasikan melalui logika sederhana atau pembuktian matematis. 5
Di dalam etikanya, Hume membuang segala bentuk kausalitas, sebab akal hanya dapat menunjuk kepadanya hanya kesesuaian antara suatu perbuatan tertentu dengan defacto.6 Pada hakikatnya pemikiran Hume bersifat analisis, kritis, dan skeptis. Ia berpangkal pada keyakinan bahwa hanya kesan-kesanlah yang pasti, jelas, dan tidak diragukan, dari situlah ia sampai pada keyakinan bahwa “ aku “ termasuk dunia hayalan. Berarti, dunia terdiri dari kesan-kesan yang terpisah-pisah yang dapat disusun secara obyektif, sistematis, karena tiada hubungan sebab-sebab diatara kesan-kesan itu. 7
C.     Karya-karya David Hume
1.    An Equiry Concerning Human Understanding (1748)
2.    Philosophical Essays Concerning Human Understanding.
3.    A Treatise Of Human Nature.
4.    An Enquiry Into The Principles Of moral (1751)


BAB III
KESIMPULAN
A.     Kesimpulan
1.      Biografi
Hume lahir pada 26 April 1711 di kota Edinburg, Skotlandia, dengan nama David Home. Dalam hal pendidikan, Hume termasuk orang yang beruntung karena bisa kuliah di Universitas Edinburgh, dan memilih untuk belajar sastra klasik, namun dia memilih untuk keluar dari universitas itu dan memilih pergi ke Perancis untuk menjadi filsuf besar.
2.       Isi Pemikiran
Menurut Hume, semua pengetahuan dari pengalaman Indra sebagai dasar. Hume juga menolak kausalitas, karena akal hanya menunjuk kepadanya hanya kesesuaian antara perbuatan tertentu dengan de facto.
3.      Karya-karya David Hume.
      Diantara karya-karyanya yang terpenting adalah An Enquiry Concercing
Human Understanding (1748) dan An Into The Principle Of Moral (1751).
B.     Saran
Kami berharap masyarakat bisa memahami dan menjadikan penyajian diatas sebagai acuan untuk meningkatkan pengetahuan dalam masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan.

 

DAFTAR PUSTAKA

Bakker, Anton. Metode-metode Filsafat.Jakarta : Ghalia Indonesia, 1996.
Nasution, harun. Sari Sejarah Filsafat. Yogyakarta : kanisius
Sonny Keraf. A Mikhae dua. Ilmu Pengetahuan Sebuah Tinjauan Filosofis. Yogyakarta : Kanisius



0 komentar:

Poskan Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates