Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

Sabtu, 22 Oktober 2011

Makalah Manajemen Perpustakaan


PENDAHULUAN

Latar Belakang
            Pada saat ini kemajuan teknologi yang berkembang pesat memaksa setiap komponen masyarakat untuk bersaing mengikuti perkembangan zaman, sehingga perpustakaan mulai  mengalami pergeseran makna yang awalnya karya sebagai tempat penyimpanan buku secara sirkulasi kini berkembang menjadi media interaktif perpstakaan digital.
            Laura Wendelf (1998) mengatakan  ……
Yang artinya “ adanya perpustakaan karena adanya masyarakat yang membutuhkan pelayanan dan keberadaan perpustakaan adalah untuk melayani masyarakat sebagai calon pelanggan”.

Tujuan
1.      Mengupayakan atau mengembalikan budaya dan minat baca dikalangan masyarakat luas.
2.      Meningkatkan keserasian atara layanan  yang dibarikan perpustakaan sebagai penyedia jasa dengan kebutuhan riil dari masyarakat untuk membetuk sasaran perpustakaan yang ideal.
3.      Meningkatkan pemanfaatan perpustakaan oleh masyarakat luas sebagai wujud mebangun rasa cinta masyakat terhadap perpustakaan.



PEMBAHASAN

A.    Masyarakat dan Perpustakaan
Perpustakaan kini telah mengalami pergeseran makna dari yang tadinya tempan penyimpanan (deposit) kini menjadi satu daya tarik dengan munculnya media interaktif perpustakaan digital (digital library) dalam hubungannya dalam bidang kemasyarakatan perpustakaan merupakan tempat di mana kita semua bisa megetahui gambaran tentang perkembangan pemikiran masyarakat sesuai dengan perubahan dan perkembangan masyarakat yang beranjak menuju next generation society (masyarakat informasi).

“ An information society is a society in wich the creation, distribution and manipulation of information is a significant economic and cultural activity ….”
                                                            (en.wikipedia.org/wikil/infprmation_society).

Pengertian di atas jika diterjemahkan secara umum maka akan diperoleh pengertian sebagai berikut :
“Masyarakat informasi adalah suatu bentuk masyarakat dimana penciptaan, penyebarluasan, dan manipulasi informasi merupakan sebuah kegiatan ekonomi dan cultural yang signifikon”

Berbicara tentang informasi, maka tidak akan lepas dari perpustakaan, sesuai dengan salah satu fungsi perpustakaan yaitu fungsi informative maka sudah menjadi kewajiban bagi perpustakaan untuk layanan khusus informasi.
Apabila informasi di perpustakaan sudah digunakan oleh masyarakat maka informasi tersebut memiliki nilai guna bagi masyarakat. Karena keterkaitannya yang sangat erat dengan keberadaan masyarakat disekitarnya maka masyarakatpun dituntut bertanggung jawab untuk senantiasa memelihara dan menjaga perpustakaan agar mampu memenuhi tuntutan kebutuhan masyarakat.

Ketertinggalan suatu masyarakat terutama disebabkan oleh tiga factor utama, yaitu :
Ø  Ketidaktahuan
Ø  Kemiskinan
Ø  Penyakit
Ketiga factor berkaitan erat satu sama lain, dan dalam usaha untuk menanggulanginya biasanya diutamakan berbagai usaha yang dikhususkan pada factor ignoransi, seperti antara lain program pemberantasan buta huruf.
Berbagai usaha tersebut ditujukan agar penguasaan pengetahuan dan ketrampilan warga masyarakat meningkat. Perpustakaan merupakan salah satu diantara sarana dan sumber belajar yang efektif untuk menambah pengetahuan melalui aneka macam bentuk koleksi perpustakaan.
Tersedianya beraneka bahan pustaka memungkinkan tiap individu untuk memilih apa yang sesuai dengan minat dan kepentingannya. Jika warga masyarakat itu menambah pengetahuannya melalaui pustaka pilihannya, maka akhirnya akan terjadi pemerataan dan peningkatan taraf kecerdasan masyarakat itu.

Sejalan dengan kemajuan teknologi informasi, perpustakaan juga bisa berfungsi lebih dari sekedar tempat simpan pinjam bahan pustaka ditambah ruang baca belaka, perpustakaan modern seharusnya bisa berfungsi bagi penyelenggara berbagai forum penerangan dan pembahasan tentang masalah-masalah actual, antara lain melalui penyelenggaraan diskusi panel, seminar, symposium, lokakarya, dan sebagainya. Dalam proses perkembanyannya anggota warga masyarakat akan bertemunya keberadaan perpustakaan, maka akan terbentuk suatu komunitas.
Pada tahap ini kiranya sudah cukup untuk memulai suatu gerakan untuk membangun kecerdasan masyarakat. Gerakan seperti ini biasa disebut dengan gerakan literasi lokal.

Ø  Dimulai dari individu
Agar perpustakaan bisa bertahan dan terus memiliki nilai kegunaan bagi masyarakat disekitanya, harus ada penanaman bilai-nilai fungsional perpustakaan yang ditanamkan sejak dini pada individu. Selain itu juga yang perlu ditanamkan adalah pemahaman long-life education. Apabila hal-hal itu ditanamkan dengan baik maka nanti selanjutnya kita akan menuai hasil yang ditanam yaitu kesadaran untuk membaca dan kesadaran untuk terus belajar. Kesadaran membaca tidak berarti hanya membaca buku atau koleksi bahan pustaka di perpustakaan saja, tetapi juga membaca dalam pengertian luas yaitu : membaca perubahan zaman, perkembangan pemikiran masyarakat, membaca kondisi sosiologis masyarakat, dan sebagainya.
Kesadaran untuk belajar terus menerus akan menimbulkan pemahaman-pemahaman dan pengalaman-pengalaman baru yang belum pernah dirasakan sebelumnya. Dengan belajar memahami sesuatu individu akan memiliki pengetahuan yang cukup untuk menjadi manusia seutuhnya.

Ø  Partisipasi pihak lain
Kesadaran ini juga perlu mendapatkan perhatian pemerintah maupun pihak swasta. Pada dasarnya pendidikan adalah hak dan kewajiban seluruh warga Negara. Dengan demikian, pemerintah harus menyediakan berbagai fasilitas pendukung untuk melaksanakan amanat tersebut. Media juga turut berperan serta dalam perkembangan taraf berfikir masyarakat. Terpaan media yang berjalan terus menerus menyebabkan masyarakat kehilangan orientasinya. Akibatnya budata baca dan minat baca masyarakat menjadi berkurang dengan hadirnya berbagai teknologi media , pengaruhnya adalah munculnya budaya instan.

Agar tujuan-tujuan masyarakat mampu dicapai dengan tidak mengorbankan budaya baca dan minat baca maka media harus lebih arif dalam mensiasati dan merangsang audiensnya untuk memiliki kesadaran dan pemahaman terhadap pentingnya pemanfaatan perpustakaan.

Sebagai sarana yang dapat diakses oleh masyarakat. Perpustakaan dapat dijadikan suatu indicator terhadap minat baca suatu masyarakat. Dewasa ini, perpustakaan dapat dijadikan sebagai tempan tumbuhnya para scientist untuk mengembangkan ilmunya. Kuantitas masyarakat yang berkunjungan ke perpustakaan sangat dipengaruhi oleh ideal atau tidaknya suatu perpustakaan. Berikut ini adalah beberapa criteria perpustakaan ideal :
·         Lokasi yang strategis
·         Tata ruang yang nyaman
·         Jenis perpustakaan
·         Koleksi buku
·         Manajemen kerja perpustakaan
·         Memiliki aturan yang baku
·         Program pengembangan perpustakaan
Perpustakaan yang ideal adalah perpustakaan yang diorientasikan kepada kepentingan pengguna. Pengembangan koleksi, jasa pelayanan yang disediakan, penataan ruangan singkatnya semua kegiatan dalam suatu perpustakaan bertujuan menyediakan apa yang dibutuhkan dan diinginkan masyarakat. Sehingga pengelola disetiap perpustakaan harus benar-benar mengenal masyarakat yang harus dilayani.
Kunci keberhasilan sebuah perpustakaan adalah menganalisis kepentingan dan memenuhi kebutuhan kalangan.

Ø  Berikut adalah beberapa pertimbangan-pertimbangan sederhana yang berfokus pada prinsip costumer choice yang dapat menjadi langkah awal roritalisasi layanan perpustakaan.
·         Mengenai masalah penyediaan koleksi pustaka
·         Perpustakaan umum harus memiliki daya tarik tersendiri
·         Perpustakaan juga harus bisa dijadikan sebagai layanan yang multifungsi
·         Pengelola perpustakaan supaya mengupayakan pengadaan layanan internet sebagai penunjang atau pendamping dari koleksi buku.



KESIMPULAN

Kehadiran perpustakaan umum di kota / kabupaten adalah suatu yang wajib untuk membuat masyarakat bisa belajar dan bisa jadi jembatan terhadap banyak informasi.
Layanan perpustakaan yang ideal adalah layanan perpustakaan yang mampu membaca kebutuhan dan harapan-harapan masyarakat customer, dengan kata lain perpustakaan sebagai penyedia jusa harus bisa memberikan layanan kepada customer. Dan perpustakaan yang ideal seharusnya bisa menarik dan menumbuhkan minat baca masyarakat luas.



DAFTAR PUSTAKA

Fahmi, Ismail, (2003), The Indonesian Digital Library Network,
Makalah seminar International Digital Library Network, tanggal 2 Oktober 2003 di ITB

Rusmana, Agus, (1996), Pemasaran Perpustakaan Dan Pemasaran Jasa. Prosiding Kongres VII Ikatan Pustakawan Indonesia dan Seminar Ilmiah Nasional Jakarta 20-23 November 1995 Jilid 2. Jakarta : Ikatan Pustakawan Indonesia.

Nurfahrudin, Iwak dkk, 2008, Scientific Writing
“The Influence Of Visiting and Reading Desire Perentage to The Books and The Library’s Staff Seruise Quality”, Cirebon.

Bulletin Tajdid, Edisi : 718/Th. 2, 2009, Rubrik Muamalah “Subhanalloh Saya Merasa Puas” hal. 10


oleh :
MUIMMATUL MUSLIMAH


0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates