Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

Selasa, 17 Januari 2012

Makalah Metamorfosis Pada Nyamuk


BAB I
PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang Masalah
Metamorfosis adalah suatu proses biologi di mana hewan secara fisik mengalami perkembangan biologis setelah dilahirkan atau menetas. Proses ini melibatkan perubahan bentuk atau struktur melalui pertumbuhan sel dan differensiasi sel (Mysience, 2008). Metamorfosis biasanya terjadi pada fase berbeda-beda, dimulai dari larva atau nimfa, kadang-kadang melewati fase pupa, dan berakhir sebagai spesies dewasa. Ada dua macam metamorfosis utama pada serangga, hemimetabolisme dan holometabolisme.
Fase spesies yang belum dewasa pada metamorfosis biasanya disebut larva. Tapi pada metamorfosis kompleks pada kebanyakan spesies serangga, hanya fase pertama yang disebut larva dan terkadang memiliki nama yang berbeda.
Pada hemimetabolisme, perkembangan larva berlangsung pada fase pertumbuhan berulang dan ekdisis (pergantian kulit), fase ini disebut instar.
 Hemimetabolisme juga dikenal dengan metamorfosis tidak sempurna. Pada holometabolisme, larva sangat berbeda dengan dewasanya. Serangga yang melakukan holometabolisme melalui fase larva, kemudian memasuki fase tidak aktif yang disebut pupa, atau chrysalis, dan akhirnya menjadi dewasa.
Holometabolisme juga dikenal dengan metamorfosis sempurna. Sementara di dalam pupa, serangga akan mengeluarkan cairan pencernaan, untuk menghancurkan tubuh larva, menyisakan sebagian sel saja. Sebagian sel itu kemudian akan tumbuh menjadi dewasa menggunakan nutrisi dari hancuran tubuh larva. Proses kematian sel disebut histolisis, dan pertumbuhan sel lagi disebut histogenesis. Lama serangga menghabiskan waktunya pada fase dewasa atau pada fase remajanya tergantung pada spesies serangga itu. Misalnya mayfly yang hanya hidup pada fase dewasa hanya satu hari, dan cicada, yang fase remajanya hidup di bawah tanah selama 13 hingga 17 tahun. Kedua spesies ini melakukan metamorfosis tidak sempurna.
B.       Rumusan Masalah
Rumusan masalah yang dibahas dalam makalah ini antara lain:
1.      Bagaimanakah Proses reproduksi pada nyamuk?
2.      Bagaimana Proses metamorfosis pada nyamuk?
C.       Tujuan  Penulisan
1. Tujuan Umum
 a)    Untuk memperluas ilmu pengetahuan.
b)    Sebagai sarana dalam menyerap teori tentang metamorfosis.
c)    Menambah wawasan tentang proses metamorfosis pada nyamuk.

2. Tujuan Khusus
a)    Untuk melatih kemampuan dalam penguraian masalah.
b)     Untuk mengetahui lebih dekat bagaimana dan apa yang ditelaah
        ilmu pada bahasan ini.
c)    Untuk melatih keterampilan dan wawasan mahasiswa yang telah diterima selama kuliah.

D.      Ruang Lingkup Penulisan
Dengan mengacu pada judul, maka dalam ruang lingkup penulisan ini hanya penulis batasi mengenai pengertian metamorfosis dan bagaimana proses reproduksi pada nyamuk dan juga bagaimana pula proses metamorfosis pada nyamuk.
BAB II
LANDASAN
A.    Definisi Metamorfosis
Metamorfosis adalah suatu proses biologi di mana hewan secara fisik mengalami perkembangan biologis setelah dilahirkan atau menetas, melibatkan perubahan bentuk atau struktur melalui pertumbuhan sel dan differensiasi sel. Metamorphosis berasal dari bahasa Yunani yaitu Greek = meta (diantara, sekitar, setelah), morphe` ( bentuk), osis (bagian dari), jadi metamorphosis merupakan perubahan bentuk selama perkembangan post-embrionik. Hewan yang mengalami metamorfosis cukup banyak, di antaranya adalah katak, kupu-kupu dan serangga.
Banyak sekali jenis-jenis metamorphosis, diataranya adalah sebagai berikut :
1.  Metamorphosis tidak sempurna (Hemimetabola) merupakan metamorphosis yang melewati 2 tahapan yaitu dari telur menjadi nimfa kemudian menjadi hewan dewasa. Biasanya metamorfosis ini terjadi pada serangga seperti capung, belalang, jangkrik dan lainnya.
2.  Metamorphosis sempurna (Holometabola)  merupakan metamorphosis yang melewati tahapan-tahapan mulai dari telur – larva – pupa - imago (dewasa). Contoh metamorphosis sempurna terjadi pada katak, nyamuk dan kupu-kupu.
B.  Definisi Nyamuk
            Nyamuk adalah serangga tergolong dalam order Diptera ; genera termasuk Anopheles, Culex, Psorophora, Ochlerotatus, Aedes, Sabethes, Wyeomyia, Culiseta, dan Haemagoggus untuk jumlah keseluruhan sekitar 35 genera yang merangkum 2700 spesies. Nyamuk mempunyai dua sayap bersisik, tubuh yang langsing, dan enam kaki panjang antar spesies berbeda-beda tetapi jarang sekali melebihi 15 mm.
Dalam bahasa Inggris, nyamuk dikenal sebagai "Mosquito", berasal dari sebuah kata dalam bahasa Spanyol atau bahasa Portugis yang berarti lalat kecil. Penggunaan kata Mosquito bermula sejak tahun 1583. Di Britania Raya nyamuk dikenal sebagai gnats.
Pada nyamuk betina, bagian mulutnya membentuk probosis panjang untuk menembus kulit mamalia (atau dalam sebagian kasus burung atau juga reptilia dan amfibi untuk menghisap darah). Nyamuk betina memerlukan protein untuk pembentukan telur dan oleh karena diet nyamuk terdiri dari madu dan jus buah, yang tidak mengandung protein, kebanyakan nyamuk betina perlu menghisap darah untuk mendapatkan protein yang diperlukan. Nyamuk jantan berbeda dengan nyamuk betina, dengan bagian mulut yang tidak sesuai untuk menghisap darah. Nyamuk betina dari satu genus, Toxorhynchites, tidak pernah menghisap darah. Larva nyamuk besar ini merupakan pemangsa jentik-jentik nyamuk yang lain.

BAB III
PEMBAHASAN
A.      Reproduksi Nyamuk
Nyamuk jantan yang telah cukup dewasa untuk kawin akan menggunakan antenanya organ pendengar untuk menemukan nyamuk betina. Fungsi antena yamuk jantan berbeda dengan antena nyamuk betina. Bulu tipis diujung antenanya sangat peka terhadap suara yang dipancarkan nyamuk betina. Tepat di sebelah organ seksual nyamuk jantan,terdapat anggota tubuh yang membantunya mencengkeram nyamuk betina ketika mereka melakukan perkawinan di udara.
Nyamuk jantan terbang berkelompok, sehingga terlihat seperti awan. Ketika seekor betina memasuki kelompok tersebut, nyamuk jantan yang berhasil mencengkeram nyamuk betina akan melakukan perkawinan dengannya selama penerbangan. Perkawinan tidak berlangsung lama dan nyamuk jantan akan kembali ke kelompoknya setelah perkawinan.
Sejak saat itu, nyamuk betina memerlukan darah untuk perkembangan telurnya. Karena itulah nyamuk betina hinggap pada tubuh manusia dan menghisap darah untuk perkembangan telur hasil perkawinannya. 

B.   Metamorfosis Nyamuk
Nyamuk mengalami proses metamorphosis sempurna (Holometabola) yang dilalui dalam empat tahap dalam siklus hidup yaitu mulai dari telur, larva, pupa, dan dewasa. Hanya nyamuk betina saja yang menyedot darah mangsanya, hal ini dilakukan untuk memberi nutrisi pada telurnya karena telur-telur nyamuk membutuhkan protein yang terdapat dalam darah untuk berkembang. Namun pada kenyataannya,  baik jantan maupun betina hanya memakan cairan nektar bunga.
Fase perkembangan nyamuk dari telur hingga menjadi nyamuk dewasa sangat menakjubkan. Telur nyamuk biasanya diletakkan pada daun lembab atau kolam yang kering. Pemilihan tempat ini dilakukan oleh induk nyamuk dengan menggunakan reseptor yang ada di bawah perutnya. Reseptor ini berfungsi sebagai sensor suhu dan kelembaban. Setelah tempat ditemukan, induk nyamuk mulai mengerami telurnya. Telur-telur itu panjangnya kurang dari 1 mm, disusun secara bergaris, baik dalam kelompok maupun satu persatu. Beberapa spesies nyamuk meletakkan telur-telurnya saling berdekatan membentuk suatu rakit yang bisa terdiri dari 300 telur.
Selesai itu, telur berada pada masa periode inkubasi (pengeraman). Pada periode ini, inkubasi sempurna terjadi pada musim dingin. Setelah itu semua larva mulai keluar dari telurnya dalam waktu yang hampir sama. Sampai siklus pertumbuhan ini selesai secara keseluruhan. Larva nyamuk akan berubah kulitnya sebanyak 2 kali. Selesai berganti kulit, nyamuk berada pada fase transisi. Fase ini dinamakan "fase pupa". Pada fase ini, nyamuk sangat rentan terhadap kebocoran pupa. Agar tetap bertahan, sebelum pupa siap untuk perubahan kulit yang terakhir kalinya, 2 pipa nyamuk muncul ke atas air. pipa itu digunakan sebagai alat pernafasan.
Nyamuk dalam kepompong pupa yang cukup dewasa dan siap terbang dengan semua organnya seperti antena, belalai, kaki, dada, sayap, perut, dan mata besar yang menutupi sebagian besar kepalanya. lalu kepompong pupa disobek di atas. Tingkat ketika nyamuk yang telah lengkap muncul ini adalah tingkat yang paling membahayakan. Nyamuk harus keluar dari air tanpa kontak langsung dengan air, sehingga hanya kakinya yang menyentuh permukaan air. Kecepatan ini sangatlah penting, meskipun angin tipis dapat menyebabkan kematiannya. Akhirnya, nyamuk tinggal landas untuk penerbangan perdananya setelah istirahat sekitar setengah jam.
Culex tarsalis bisa menyelesaikan siklus hidupnya dalam tempo 14 hari pada 20 °C dan hanya sepuluh hari pada suhu 25 °C. Sebagian spesies mempunyai siklus hidup sependek empat hari atau hingga satu bulan. Larva nyamuk dikenal sebagai jentik dan didapati di sembarang bekas berisi air. Jentik bernafas melalui saluran udara yang terdapat pada ujung ekor. Pupa biasanya seaktif larva, tetapi bernafas melalui tanduk thorakis yang terdapat pada gelung thorakis. Kebanyakan jentik memakan mikroorganisme, tetapi beberapa jentik adalah pemangsa bagi jentik spesies lain. Sebagian larva nyamuk seperti Wyeomia hidup dalam keadaan luar biasa. Jentik-jentik spesies ini hidup dalam air tergenang dalam tumbuhan epifit atau di dalam air tergenang dalam pohon periuk kera. Jentik-jentik spesies genus Deinocerites hidup di dalam sarang ketam sepanjang pesisir pantai. Di bawah ini adalah gambar proses metamorphosis pada nyamuk.


BAB IV
PENUTUP
Demikian penulisan makalah tentang Ilmu Kealaman Dasar khususnya tentang proses metamorfosis pada nyamuk. Harapan penulis semoga penulisan makalah ini bermanfaat dan menambah pengetahuan penulis pada khususnya dan pembaca pada umumnya.
Selama melaksanakan perkuliahan dan kegiatan ini, maka penulis atau penyusun dapat membuat kesimpulan yaitu sebagai berikut:
A.      Simpulan
Dari hasil pembelajaran penulis selama melaksanakan penyusunan makalah ini, penulis atau penyusun dapat menarik kesimpulan sebagai berikut:
Metamorfosis adalah suatu proses biologi di mana hewan secara fisik mengalami perkembangan biologis setelah dilahirkan atau menetas, melibatkan perubahan bentuk atau struktur melalui pertumbuhan sel dan differensiasi sel.
Dalam bahasa Inggris, nyamuk dikenal sebagai "Mosquito", berasal dari sebuah kata dalam bahasa Spanyol atau bahasa Portugis yang berarti lalat kecil. Penggunaan kata Mosquito bermula sejak tahun 1583. Di Britania Raya nyamuk dikenal sebagai gnats.
Proses reproduksi pada nyamuk dimulai saat nyamuk jantan mulai mencari nyamuk betina dengan antenanya, kemudian nyamuk jantan mencengkeram nyamuk betina dengan anggota tubuh yang berada di sebelah organ seksual,  dan setelah itu nyamuk tersebut melakukan perkawinan di udara.
Sejak saat itu, nyamuk betina memerlukan darah untuk perkembangan telurnya. Karena itulah nyamuk betina hinggap pada tubuh manusia dan menghisap darah untuk perkembangan telur hasil perkawinannya
Metamorphosis pada nyamuk merupakan metamorphosis sempurna dimana metamorphosisnya melewati tahapan-tahapan mulai dari telur – larva – pupa - imago (dewasa).
















9
 
 

DAFTAR PUSTAKA


10
 
http://belajar.kemdiknas.go.id/file_storage/pendukung_bse/BSE_124/Flash/Metamorfosis.swf

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates